15
Dec

transmisi menuju kesuksesan bersama teknologi pangan

hey all , kenalkan saya defri herianka mahasiswa teknologi pangan IPB tahun 2009 .pertanian ? teknologi pangan ? , setidaknya itu yang ada dipikiran saya 2 tahun terakhir saat-saat membingungkan dimana saya harus berpijak bagaimana memilih departemen yang sesuai , bingung tanpa arah dan sesekali gelisah akan pertanyaan pertanyaan mikro tersebut. well cita-cita saya cukup labil pada waktu itu labil apakan saya harus memilih menjadi plavorist  prajurit tni pembela yang tidak benar dan pembela yang salah (oops bukan maksud untuk menjelekan satu institusi pemerintahan yaa !! hee suara itu ga bisa dibungkam bung hehe) . setelah hentakan waktu menampar hati dan nurani akhirnya saya putuskan untuk menimba ilmu dalam bidang pertanian , walaupun jujur dalam lubuk hati yang aling dalam masih bertanya-tanya apakan saya mampu hidup diladang pertanian indonesia , apakah saya mampu membeli pesawat jet pribadi di ladang pertanian indonesia ? . well itulah pertanyaan pertanyaan yang membuat hati saya gelisah namun setelah melihat menelaah dan mengenal lenih banyak tentang teknologi pangan  dan pertanian wow , im so interested !! . inilah alasan mengapa akhirnya saya memilih teknologi pangan sebagai TRANSMISI MENUJU KESUKSESAN

Pangan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Manusia tidak dapat mempertahankan hidupnya tanpa adanya pangan. Karena itu, usaha   pemenuhan kebutuhan pangan merupakan suatu usaha kemanusiaan yang mendasar. Beberapa ahli bahkan menyatakan kebutuhan atas pangan merupakan suatu hak asasi manusia yang paling dasar. (link :http://yprawira.wordpress.com)

- Suatu negara tidak bisa hidup apabila tidak didukung dengan pangan yang baik dan memadai -

Dalam sejarah Republik Indonesia, Presiden pertama RI, Sukarno menyadari betul betapa vitalnya ketahanan pangan ini bagi kelangsungan kehidupan bangsanya. Lima puluh tujuh tahun lalu, tepatnya 27 April 1952 dalam pidato pada acara Peletakan Batu Pertama pembangunan Gedung Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia di Bogor, Presiden Sukarno berucap “… apa yang saya hendak katakan itu, adalah amat penting, bahkan mengenai soal mati-hidupnya bangsa kita di kemudian hari … oleh karena, soal yang hendak saya bicarakan itu mengenai soal persediaan makanan rakyat”.

Selanjutnya, dua pertanyaan penting disampaikan Bung Karno, yaitu: Cukupkah persediaan makan rakyat di kemudian hari? Jika tidak, bagaimana cara menambah persediaan makanan rakyat kita? Todongan Pistol?

Dari penggalan pidato tersebut dapat diketahui bahwa Presiden Sukarno menyadari betul apabila negara tidak mampu menyediakan pangan yang cukup bagi rakyatnya, maka akan timbul keresahan sosial yang pada akhirnya dapat mengganggu kestabilan ekonomi dan politik. Ironisnya, pemerintahan Presiden Sukarno pada tahun 1965 jatuh, salah satu pemicunya adalah membubungnya harga bahan pangan, khususnya beras. Peristiwa yang hampir sama terulang kembali pada saat jatuhnya pemerintahan Presiden Soeharto pada tahun 1998. Pada saat itu, dalam waktu dua bulan harga beras meningkat tiga kali lipat dan masyarakat kota menyerbu toko dan supermarket untuk memborong bahan pangan (link :http://rudysandry.blogspot.com)

-Lapangan pekerjaan dari teknologi pangan cakupannya sangat luas-

Luasnya pekerjaan yang akan didapatkan setelah lulus sangatlah luas mencakup berbagai aspek mulai dari flavorist hingga wirausaha sendiri , semuanya tergantung dari kita sebagai sarjana teknologi pangan nantinya.

-Dengan mengetahui ilmu teknologi pangan diharapkan saya mampu melestarikan pangan lokal-

Indonesia mempunyai kelebihan yang luar biasa bila dibanding dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Apapun yang kita tanam bisa tumbuh bahkan orang Belanda bilang di Indonesia jari di tanam bisa tumbuh. Itu artinya bahwa wilayah Indonesia ini memang betul-betul sangat subur dan kaya akan berbagai macam pangan lokalnya

Pangan lokal sesungguhnya merupakan bentuk kekayaan budaya kuliner kita. Keanekaragamannya yang terbentuk atas dasar ketersediaan bahan baku dan kebutuhan lokal, menjadikannya memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi dengan kebutuhan masyarakat akan energi bagi tubuhnya. Seperti halnya umbi-umbian. karenanya dengan saya menimba ilmu di teknologi pangan ipb diharapkan agar bisa melestarikan pangan lokal. (link : http://bisnisukm.com/lestarikan-kembali-pangan-lokal-indonesia.html)

-Pengembangan pangan alternatif diharapkan bisa terlaksana setelah menimba ilmu di teknologi pangan IPB-

Ketergantungan Indonesia terhadap beras yang tinggi, membuat ketahanan

pangan nasional sangat rapuh. Dari aspek kebijakan pembangunan makro, kondisi tersebut mengandung resiko (rawan), yang juga terkait dengan stabilitas ekonomi,sosial, dan politik. Salah satu kebijakan pembangunan pangan dalam mencapai

ketahanan pangan adalah melalui diversifikasi pangan, yang dimaksudkan untuk  memberikan alternatif bahan pangan sehingga mengurangi ketergantungan terhadap beras. Dengan Ilmu dari teknologi pangan pengembangan pagan alternatif bisa terlaksana (link : http://www.rudyct.com/PPS702-ipb)





IPB Badge

yosh we still alive until now

May 2014
S M T W T F S
« Dec    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Badge Farm

  • Firefox 2
  • CSSEdit 2
  • Textmate
  • Powered by Redoable 1.0